Cedera Tak Halangi Semangat Cavani

Cedera Hamstring yang menimpa Cavani

Membicarakan Liga Perancis tentu tidak sah rasanya jika kita tidak membahas tentang Paris Saint-Germain. Klub asal ibukota Perancis ini  memang selalu berhasil menarik perhatian penggemar sepakbola di dunia. Daya tarik Les Parisien yang memiliki dana fantastis ini memang sukses mencuri perhatian lewat barisan pemain bintang yang didatangkan ke Parc de Prince, Paris tersebut.

Determinasi Cavani untuk Paris Saint-Germain
Determinasi Cavani untuk Paris Saint-Germain

PSG identik dengan barisan skuad yang memiliki kualitas kelas dunia. Tawaran kontrak dengan nilai fantastis memang berhasil menggoda para pemain liga eropa. Mendatangkan Thiago Silva, Angel Di Maria hingga Zlatan Ibrahimovic pun bukan merupakan masalah bagi PSG. Akan tetapi diantara sosok tersebut, ada satu yang loyalitasnya kerap terlupakan, yaitu Edinzon Cavani.

Diboyong dari Napoli, Cavani bersama rekannya, Ezequiel Lavezzi sempat menjadi tumpuan di lini depan PSG. Namun sang pemain sempat tersingkirkan ketika Les Parisien mendatangkan Zlatan  Ibrahimovic dari AC Milan pada waktu itu. Meski begitu Cavani tidak lantas hengkang, malah sang pemain dengan sabar menerima perannya sebagai striker pelapis Ibra pada waktu itu.

Kini ketika Ibrahimovic tidak lagi bermain untuk Paris Saint-Germain, Cavani kembali mendapatkan perannya sebagai  penyerang utama PSG. Determinasi dan loyalitas Cavani bagi klub memang telah teruji. Semangat juang sang pemain bahkan terlihat hingga ke tim nasional Uruguay. Kala itu Cavani yang tengah cedera tetap memnuhi panggilan internasional. Suatu semangat juang yang mulai jarang kita lihat pada pemain sepakbola saat ini.

Cedera, Cavani Tetap Penuhi Panggilan Timnas

Cavani penuhi panggilan internasional meski cedera
Cavani penuhi panggilan internasional meski cedera

Kejadian ini terjadi pada periode 2016 silam. Kala itu Cavani yang dipasang oleh Unai Emery untuk menghadapi Rennes terlihat memiliki masalah pada pahanya. Blanc yang melihat sang pemain masih memiliki semangat untuk bermain memutuskan untuk tidak mengganti Cavani. Ini merupakan alasan sang pelatih tetap dimainkan selain tidak ada penyerang lagi di bangku cadangan PSG.

Usai pertandingan, Cavani langsung mendapat perawatan dari tim kesehatan klub. Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukan bahwa sang pemain mengalami masalah ringan pada bagian hamstring. Meski begitu, tim medis klub menyarankan agar Cavani absen dari panggilan tim nasional. Ini bertujuan untuk membuat proses pemulihan penyerang berusia 29 tahun tersebut lebih optimal.

Namun apalah artinya saran dari dokter bagi sosok pemain seperti Cavani. Bersikeras bahwa dirinya masih sanggup untuk bermain, Cavani terbang ke Uruguay untuk memenuhi panggilan timnas. Tampaknya jiwa nasionalis Cavani untuk bisa memperkuat negaranya pada kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL berhasil mengalahkan cedera. Beruntung perjuangan Cavani berbuah manis seiring lolosnya Uruguay ke putaran final World Cup 2018.

Pemain Bola dan Cedera Hamstring

Cedera Hamstring yang menimpa Cavani
Cedera Hamstring yang menimpa Cavani

Hamstring, kata yang satu ini memang terdengar awam bagi sebagian orang. Bagi orang-orang yang mengetahui pun rasanya mengetahui istilah ini dari dunia sepakbola. Jenis cedera yang satu ini memang merupakan langganan para pemain sepakbola dunia. Cedera Hamstring sendiri yaitu merupakan sebuah kondisi dimana pemain merasakan rasa sakit yang menusuk di sekitar belakang paha.

Penyebabnya sendiri bisa bermacam-macam, akan tetapi yang paling umum adalah karena gerakan mendadak. Tentu kita semua mengetahui jika sepakbola menuntut tubuh untuk terus bergerak baik ketika latihan atapun ketika melakoni sebuah pertandingan. Kontraksi mendadak yang terjadi pada otot belakang paha ini lah yang membuat para pemain terpaksa mendapat perawatan tim medis.

Cedera Hamstring memiliki bermacam tingkat keparahan. Untuk yang paling parah, proses penyembuhannya yaitu dengan menjalani tindakan operasi. Namun jika belum terlalu parah sebenarnya cedera hamstring bisa ditangani dengan pertolongan pertama saja. Pertolongan pertama itu adalah RICE (Rest, Ice, Compress, Elevate).

Ada Yang Dekati Mbappe Secara Ilegal

Mbappe didekati secara ilegal

Sejak keikutsertaannya dalam ajang turnamen Liga Champions musim lalu bersama AS Monaco sosok penyerang Kyian Mbappe kerap mencuri perhatian sejumlah raksasa eropa. Performa gemilan pemain berusia 18 tahun tersebut sukses menyihir banyak orang. Hanya saja, Mbappe gagal membawa Monaco juara usai takluk dari Juventus.

Mbappe sukses membawa Monaco juarai Ligue1
Mbappe sukses membawa Monaco juarai Ligue1

Meski begitu, sepak terjang Mbappe masih sangat membekas di benak para raksasa eropa yang sempat melihatnya tampil. Kini saat memasuki bursa transfer pemain musim panas ini. Meski mendapat sejumlah tawaran fantastis, masih belum ada kesepakatan antara Mbappe, Monaco dan klub-klub tersebut.

Menjadi sosok sebagai pemain yang paling diinginkan oleh banyak raksasa Eropa, posisi mereka tidak selamanya tenang. Pasalnya Monaco mengumumkan pada situs resmi klub bahwa ada sejumlah klub yang mencoba mendekati Mbappe dengan cara tidak sehat.

Monaco Tuding Ada Negosiasi Tidak Sehat Kepada Mbappe

Jawara Ligue 1 musim lalu, AS Monaco baru saja merilis pernyataan legal yang berisi komplain kepada sejumlah klub yang diduga mendekati bomber Kylian Mbappe secara ilegal. Mbappe memang menjadi salah satu target paling panas di bursa transfer musim panas ini. Sejumlah klub raksasa Eropa dikabarkan tertarik untuk memboyong sosok pemain berusia18 tahun tersebut.

Mbappe didekati secara ilegal
Mbappe didekati secara ilegal

Namun Monaco mencium sesuatu yang tidak sehat yaitu pelanggaran dalam upaya klub-klub tersebut dalam mendekati Mbappe. Monaco dengan tegas menyatakan akan melaporkan klub-klub yang melanggar peraturan tersebut kepada FIFA.

“AS Monaco dengan menyesal memperingatkan bahwa beberapa klub Eropa menghubungi Kylian Mbappe secara resmi. AS Monaco sendiri meemberikan ultimatum klub-klub ini bahwa langkah  mereka bertentangan dengan hukum administratif Federasi Sepakbola Prancis tentang Status dan Transfer Pemain FIFA,” tulis Monaco dalam situs resmi klub.

“Untuk mengakhiri situasi yang sangat tidak pantas ini, AS Monaco pun memastikan untuk mendesak Federasi Sepakbola Prancis dan FIFA untuk melakukan tindakan. Kami berharap mereka bisa menindak sejumlah klub yang telah melakukan langkah ilegal dalam pendekatan Mbappe tersebut,” lanjut Monaco.

Mbappe Diklaim Akan Jadi Penerus Ronaldo dan Messi

Eks bek tim nasional Prancis William Gallas menyebut Kylian Mbappe ditakdirkan lahir untuk jadi pemain terbaik di dunia. Mbappe menarik perhatian banyak tim-tim elit Eropa dan pecinta sepakbola di manapun berkat performanya yang menawan bersama AS Monaco pada musim lalu.

Kylian Mbappe menjadi pemain paling diminati
Kylian Mbappe menjadi pemain paling diminati

Selain itu, ia juga tampil mengesankan di Liga Champions. Ia berhasil membawa timnya melaju sampai ke semifinal. Tim-tim seperti Real Madrid, Barcelona, PSG, Liverpool, hingga Arsenal disebut saling jegal untuk bisa mendapatkan jasanya. Gallas mengaku dirinya tidak terkejut melihat Mbappe begitu digilai banyak klub.

“Orang ini lahir untuk menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Cara dirinya berbicara, bagaimana ia mengelola hidupnya tidak bisa dipercaya. Umurnya baru 18 tahun. Tapi ia terlihat seperti pemain profesional sejati dan nyata, ia tahu apa yang ia inginkan dan itu mengejutkan saya. Untuk menjadi dewasa pada usia ini, saya belum pernah melihat banyak pemain seperti dirinya,” ujar William Gallas.

Sebelum terjun di dunia sepakbola internasional, Mbappe dikenal sebagai sosok yang sangat menyukai sepakbola. Meski begitu, hidup dalam kondisi yang pas-pasan mebuat Mbappe tidak bisa masuk ke dalam Akademi sepakbola. Bahkan sang pemain tersebut kerap sakit-sakitan akibat hidup dalam kondisi yang kurang layak.

Sampai akhirnya akademi sepakbola Monaco berhasl menemukan pemain muda berbakat tersebut. Kini sang pemain pun menjelma menjadi sosok paling diminati oleh banyak klub raksasa Eropa.